Analisanusantara.com, Balikpapan – Beberapa warga Balikpapan yang menetap di kawasan perbukitan mengeluhkan perihal kuantitas air yang kurang sehingga mengharuskan warga sekitar untuk begadang semalaman demi terisinya wadah penampungan air.
Hal ini lah yang telah dirasakan oleh Dani, salah seorang warga Asrama Bukit Balikpapan Barat.
“Sejak sebelum puasa sampai sekarang tidak ada air mengalir. Biasanya sebelum puasa masih mengalir saja walau malam,” katanya.
Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) pun mengakui ada nya kendala dalam pendistribusian air di wilayah dataran tinggi. Adapun solusinya ialah jika terjadi gangguan, PTMB meminta pelanggan segera melapor alamat dan nomor pelanggan.
“Biasanya jika debit mengalami penurunan atau tingginya konsumsi pelanggan di bagian bawah. Akhirnya yang berada di ketinggian mengalami gangguan,” ujar Dirut PTMB Yudhi Saharuddin.
Sejauh ini, pihaknya melakukan rekayasa untuk membagi aliran air secara bergantian antara pelanggan di wilayah atas dan bawah. “Harapannya info dari masyarakat langsung ke pengaduan,” tuturnya.Sehingga PTMB bisa identifikasi dan segera melakukan tindak lanjut. “Informasi dari manajer lapangan Asrama Bukit sudah mengalir. Termasuk Gunung Bugis, Dahor, Gang Macan,” ujarnya.
Sebelumnya menyambut Ramadan, Yudhi menginstruksikan ke bagian distribusi, produksi, dan IPA menjaga kelancaran distribusi air. “Saat ini seluruh IPA yang ada sudah produksi air 100 persen sesuai kapasitas,” imbuhnya. (Ham)














































