Analisanusantara.com, Balikpapan – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Balikpapan sudah selesai. Hingga saat ini Komisi Pemilihan Umum(KPU) kota Balikpapan masih terus melakukan evaluasi terkait penyelenggaraan dari tingkat partisipasi masyarakat dalam dunia politik.
KPU kota Balikpapan melalui Komisioner, Muhammad Rizal, membahas terkait dengan pentingnya evaluasi dalam peningkatan partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 yang mencapai angka yang cukup signifikan yakni 60 persen.
Meskipun hasil ini dianggap tidak buruk, namun Rizal menegaskan bahwa masih banyak ruang kosong sehingga jumlah golput terbilang banyak. Ini lah kemudian yang menghantarkan KPU kota Balikpapan untuk perbaikan demi meningkatkan kesadaran politik masyarakat Balikpapan ke depan.
“Partisipasi pemilih kita mencapai angka 60 persen, yang saya nilai bukan sesuatu yang buruk. Namun, tentu ada banyak hal yang harus bahkan perlu kita evaluasi. Agar nanti nya masyarakat Kota Balikpapan dapat memiliki kesadaran politik yang lebih besar di masa yang akan datang ,” ujar Muhammad Rizal.
Kemudian ia menambahkan,meski tingkat partisipasi ini mencerminkan hasil yang baik, penyebab angka tersebut perlu ditelusuri lebih dalam.
“Kita perlu memahami apakah ini terkait dengan karakteristik masyarakat Balikpapan, ataukah karena kurangnya awareness yang perlu kita tingkatkan,” tambah nya.
Perlu di ketahui bahwa dari informasi Komisi Pemilihan Umum kota Balikpapan jumlah TPS pada Pilkada terhitung sebanyak 996 TPS dengan total jumlah DPT ialah 520.982 jiwa.
Setelah di lakukan pemungutan suara pada tanggal 27 November 2024 Dan di temukan Sebanyak 205.562 orang tidak menggunakan hak pilihnya atau golongan putih (golput).
Melihat hal tersebut tidak menyurutkan semangat dari KPU kota Balikpapan dalam meningkatkan partisipasi pilkada.
bahkan Rizal menjelaskan bahwa partisipasi pemilih yang tercatat 60 persen. Saat ini bukanlah hasil yang datang begitu saja pada momen Pilkada. Sebaliknya, pencapaian ini adalah hasil dari upaya yang dibangun sejak tiga atau empat tahun sebelumnya.
“Kita harus mempersiapkan segala hal sejak jauh-jauh hari. Ini bukan hanya tanggung jawab KPU, tetapi seluruh elemen masyarakat, termasuk Forkompinda, DPRD, dan partai politik, untuk bersama-sama meningkatkan partisipasi pemilih,” kata Rizal.
Dengan semangat kolaborasi dan evaluasi yang dilakukan secara terus-menerus, KPU Balikpapan dengan ini akan selalu berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas partisipasi pemilih dalam setiap agenda demokrasi di masa depan. (*)













































