Analisanusantara.com, Balikpapan –
Program inovasi teknologi filtrasi air bersih berjudul “Strategi Inovatif Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pedalaman Balikpapan Melalui Teknologi Filtrasi Air Bersih Berteknologi Multi-Lapisan” berhasil mengantarkan organisasi kemahasiswaan Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) meraih prestasi di tingkat nasional.
Program yang didampingi oleh Dosen Ferdy Novri, S.Si., MM. ini menjadi salah satu dari sedikit tim di Kalimantan Timur yang lolos pendanaan PPK Ormawa tingkat nasional, berdampingan hanya dengan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes). Capaian tersebut sekaligus mencetak sejarah baru bagi Poltekba karena menjadi organisasi kemahasiswaan pertama yang mewakili Kalimantan Timur pada Abdidaya PPK Ormawa 2025.
Abdidaya PPK Ormawa merupakan ajang penghargaan nasional tertinggi bagi program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan organisasi kemahasiswaan. Tahun ini, kegiatan tersebut akan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang pada 4–7 Desember 2025, menghadirkan tiga agenda inti: Abdidaya Ormawa Expo, Semiloka, dan Penganugerahan Penghargaan.
Program ini dilaksanakan di wilayah pedalaman Balikpapan, tepatnya di KM 24 Kelurahan Karang Joang, sejak Juli hingga November 2025. Pemilihan lokasi berangkat dari temuan buruknya kualitas air setempat yang memiliki kandungan besi tinggi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu berbagai penyakit dan mengganggu kebutuhan dasar masyarakat.
Melihat urgensi tersebut, tim PPK Ormawa Poltekba mengembangkan alat filtrasi air bersih berteknologi multi-lapisan yang dapat digunakan untuk kebutuhan MCK hingga layak konsumsi. Selain penyediaan teknologi, kegiatan pembekalan pengetahuan mengenai sanitasi dan kesehatan lingkungan juga diberikan kepada warga.
Program dinilai berhasil setelah menghasilkan alat filtrasi berfungsi optimal, meningkatnya pemahaman masyarakat terkait pentingnya sanitasi, serta terbentuknya Kelompok Pengelola Air Desa. Kelompok ini telah dilatih untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatan alat filtrasi setelah program selesai.
Selama pelaksanaan, tim mahasiswa menghadapi beberapa hambatan. Salah satunya adalah benturan jadwal kegiatan dengan perkuliahan. Tim kemudian menjadwalkan aktivitas di hari Sabtu–Minggu atau setelah jam kuliah agar program tetap berjalan tanpa mengganggu kewajiban akademik.
Kendala lain muncul ketika salah satu sumur warga ambruk, sehingga menghambat pemenuhan kebutuhan air. Tim segera mencari sumber air alternatif untuk memastikan kebutuhan warga tidak terhenti.” Ungkap dinar pada awak media”.

Program ini berada di bawah tanggung jawab Dinar Abhista Pramutia, Ketua Umum HMJ Bisnis Poltekba. Pelaksanaan teknis program dipimpin oleh Muhammad Fathur Rosyid dari Divisi Eksternal.
Usai mengikuti Abdidaya 2025, tim berencana memperkuat keberlanjutan program dengan memaksimalkan peran Kelompok Pengelola Air Desa. Lebih jauh, mahasiswa ingin mengembangkan fasilitas filtrasi menjadi produk air minum berbasis pemberdayaan ekonomi warga, lengkap dengan identitas lokal sebagai merek dagang. Inisiatif ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat KM 24. (Ham)














































