Analisanusantara.com, Balikpapan – Keberadaan Persiba Balikpapan di kompetisi Liga 2 menjadi sorotan publik di Balikpapan. Klub yang pernah merasakan atmosfer kasta tertinggi sepak bola nasional itu kini berada pada fase yang menuntut evaluasi menyeluruh, bukan sekadar soal hasil pertandingan.
Bagi masyarakat Balikpapan, Persiba bukan hanya entitas olahraga, melainkan simbol kebanggaan daerah. Setiap laga kandang menghadirkan efek berantai terhadap aktivitas ekonomi, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor jasa di sekitar stadion. Karena itu, dinamika yang dialami Persiba memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang tidak bisa diabaikan.
Kondisi saat ini juga menjadi pengingat bahwa pembinaan olahraga tidak bisa bersifat instan. Penguatan akademi, kompetisi usia dini, serta sistem pengembangan atlet muda perlu mendapat perhatian serius. Tanpa fondasi yang kokoh, regenerasi akan berjalan tersendat dan klub akan terus berada dalam siklus ketidakpastian.
Di sisi lain, menurut BEM KM Politeknik Negeri Balikpapan momentum ini juga dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, komunitas olahraga, dunia usaha, dan pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan. Dukungan tidak cukup berhenti pada euforia pertandingan, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan, program pembinaan, dan penyediaan ruang aktivitas yang produktif bagi generasi muda.
Persiba di Liga 2 adalah tantangan sekaligus cermin. Jika dikelola dengan visi jangka panjang dan sinergi lintas sektor, situasi ini dapat menjadi titik balik untuk memperkuat fondasi olahraga Balikpapan. Sebaliknya, tanpa pembenahan yang terarah, peluang tersebut berisiko terlewatkan.
Hal ini pun tidak luput dari sorotan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Poltekba melalui presiden mahasiswa yakni Helmy mengatakan bahwa seharusnya pemerintah kota balikpapan lebih peduli kepada Persiba balikpapan yang hingga saat ini terus masih menjadi kebanggaan kota balikpapan.
“Pemerintah kota balikpapan seharusnya lebih peduli dengan keadaan persiba balikpapan yang hingga hari ini masih terseok-seok liga 2,”Terang Helmy.
Dirinya pun juga menambahkan bahwa menurutnya Persiba balikpapan bukan hanya sebuah club namun menjadi icon hingga kebanggaan kota Balikpapan.
“Perlu kita sadari bahwa Persiba Balikpapan hari ini telah menjadi kebanggan kota balikpapan, bahkan yang mencintai tim ini bukan hanya anak muda namun anak-anak hingga orang tua pun juga mencintai tim ini, ” Tutup Helmy”. (Ham)














































