Analisanusantara.com, Balikpapan – Sorotan publik terhadap pengelolaan Pantai Manggar Segarasari memicu respons cepat dari Pemerintah Kota Balikpapan dan DPRD. Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam penyewaan fasilitas di kawasan wisata tersebut menjadi perhatian serius. Untuk menindaklanjuti hal ini, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) bersama Komisi II DPRD menggelar rapat koordinasi dengan para pedagang dan pelaku usaha pada Kamis, 3 Juli 2025.
Ketua Komisi II DPRD, Fauzi Adi Firmansyah, menegaskan bahwa forum ini merupakan wadah penting untuk menampung langsung keresahan masyarakat serta membuka ruang dialog terbuka bersama pelaku usaha.
“Kami ingin aktivitas ekonomi di Pantai Manggar berjalan tertib, transparan, dan tidak merugikan pengunjung,” ujar Fauzi, Jumat (4/7/2025).
Salah satu isu utama yang mencuat adalah tarif sewa terpal yang disebut mencapai Rp200 ribu. Namun, klarifikasi menunjukkan bahwa tarif tersebut mencakup empat unit terpal, masing-masing Rp50 ribu. Meski begitu, Fauzi menekankan bahwa tarif tersebut harus bersifat sukarela dan berdasarkan kesepakatan pengunjung.
“Ke depan, tidak boleh ada penawaran tanpa permintaan. Dan pengunjung yang membawa tikar sendiri tidak boleh dikenai biaya apa pun,” tegasnya.
Selain persoalan pungli, Komisi II juga menyoroti kondisi fasilitas toilet yang saat ini dikelola sebagian oleh pelaku usaha dan sebagian lagi oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). DPRD akan mengevaluasi kebutuhan penambahan toilet, dengan tetap memperhatikan estetika kawasan wisata.
“Toilet memang perlu ditambah, tapi jangan sampai merusak keindahan tata ruang pantai,” tambah Fauzi.
DPRD juga menegaskan pentingnya penataan kawasan secara adil dan tanpa diskriminasi. Rapat lanjutan akan melibatkan Satpol PP untuk memastikan penertiban dilakukan menyeluruh tanpa tebang pilih.
“Semua pihak harus diperlakukan sama. Tidak boleh ada perlakuan khusus atau pengecualian,” ujarnya.
Fasilitas pendukung lainnya juga menjadi perhatian, termasuk air bersih, tempat ibadah, serta ruang publik yang layak. Seluruh upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan Pantai Manggar sebagai ikon wisata yang modern, tertib, dan ramah bagi semua kalangan.
“Jika dikelola dengan baik, Pantai Manggar bisa menjadi kebanggaan warga Balikpapan sekaligus daya tarik wisatawan dari luar daerah,” pungkas Fauzi. (Ham)












































