Balikpapan – Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Balikpapan melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD kota Balikpapan pada Kamis (13/06/2024).
Di ketahui,aksi ini bertujuan untuk membela hak-hak rakyat dalam permasalahan nasional termasuk Tapera dan beberapa permasalahan nasional lainnya.
Habib Fajar,selaku koordinator lapangan dalam aksi ini menyampaikan bahwa aksi ini menindaklanjuti dari instruksi Pengurus Besar (PB)HMI.
Tidak hanya itu Habib (Sapaan Akrabnya), juga menyampaikan bahwa gerakan ini fokusnya adalah untuk rakyat.
“Gerakan ini kami bangun di daerah untuk menindaklanjuti permasalahan rakyat secara nasional,dan harapan kami juga masyarakat pun turut ikut serta dalam menyoroti permasalahan penting ini. “Tambah Habib”.
Adapun tuntutan yang di bawa oleh temen-temen HMI cabang Balikpapan ialah :
1. Stop kriminalisasi Aktivis,bebaskan aktivis dari jeruji besi
2. Stop komersialisasikan pendidikan dan fokus pada rekonstruksi sistem pendidikan yang pro rakyat.
3. Batalkan kebijakan TAPERA (Tabungan Perumahan Rakyat).
4. Menolak RUU TNI – POLRI.
5. Menolak RUU Penyiaran.
Aksi demonstrasi ini berlangsung dari pukul 15.00 massa aksi melakukan long march dari masjid at-taqwa hingga ke gedung DPRD kota Balikpapan lalu di lanjutkan orasi sembari menunggu kehadiran dari ketua DPRD Balikpapan.

Tepat pada pukul 15.45 Wita saat adzan ashar berkumandang massa aksi menggelar solat ashar berjamaah di depan kantor DPRD tersebut.
Hingga pukul 16.30 WITA barulah ketua DPRD dan wakil ketua DPRD kota Balikpapan hadir di tengah-tengah massa aksi untuk membaca serta menandatangani petisi yang di berikan massa aksi.
Aksi ini di tutup dengan pembacaan petisi yang telah di tanda tangani dan di wakilkan oleh ketua umum HMI cabang Balikpapan Zulfahmi Andriawan. (Ham/Red).













































