Balikpapan – Tinggal dua bulan lagi seluruh masyarakat indonesia akan menghadapi pesta demokrasi tingkat daerah yakni ialah Pilkada 2024.
Yang dimana pilkada ini sendiri adalah sebuah pesta demokrasi untuk pemilihan kepala daerah baik gubernur dan wakil gubernur maupun walikota dan wakil walikota.
Tentunya, sama seperti sebelumnya dalam pilkada ini pun yang harus menjadi perhatian utama yaitu banyak nya yang menyebarkan berita hoax yang dapat mengganggu jalannya pilkada nanti.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota balikpapan pun menyoroti hal ini,karena di khawatirkan akan sangat berdampak negatif baik bagi pilkada 2024 hingga hubungan antar sesama masyarakat terkhusus masyarakat balikpapan.
KPU kota balikpapan mengundang seluruh pers yang ada di kota Balikpapan untuk turut hadir dalam agenda diskusi yang diadakan di kinetic & coffe eatery,balikpapan pada Jumat (13/09/2024).
Adapun tema dari agenda ini ialah “Menangkal Berita Hoax,Ujaran Kebencian, Serta Isu Sara Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024”.
Perlu diketahui dalam agenda ini pun di hadiri oleh pers se-kota balikpapan, akademisi Pegiat Media, Asosiasi Media Se-balikpapan dan masih banyak lagi.
Sesuai dengan tujuan utama dari agenda ini ialah diskusi,maka KPU balikpapan memberikan wewenang kepada tamu hadirin untuk menyampaikan aspirasi bahkan komentar hingga pertanyaan yang tentunya tidak keluar dari konteks pembicaraan.
Diskusi pun berlangsung seru dan saling tukar pikiran mengenai momen pilkada 2024 ini.
Suhardy, selaku komisioner KPU kota balikpapan mengatakan bahwa media-media yang hari ini hadir di tengah-tengah masyarakat dapat menjadi salah satu garda terdepan dalam menangkal isu sara,hoax maupun hal-hal lainnya yang dapat menganggu keberlangsungan pilkada 2024.
Menurutnya, pentingnya mengundang insan pers untuk berdiskusi agar kedepannya media dapat menyajikan berita yang berimbang dan terpercaya.
“Semoga hal-hal yang dapat menganggu keberlangsungan pilkada 2024 ini tidak ada lagi “ungkap Suhardy”.
Tak hanya itu ia pun menegaskan kita wajib berhati-hati, karena bukan tidak mungkin hal yang dapat merusak jalannya pilkada 2024 dapat terjadi.
“Memang pada dasarnya dari tahun ke tahun pilkada di Balikpapan memiliki ritme yang rendah,namun bukan tidak mungkin hal yang dapat merusak pilkada ini tidak terjadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka kita semua sangat perlu mengantisipasi hal-hal tersebut.”Tegasnya”. (Ham/Red).












































