Balikpapan – Kekecewaan terus berdatangan dari banyak pihak, karena tidak terpilihnya Abdulloh sebagai ketua DPRD Kaltim.
Pasalnya Abdulloh,S.Sos. adalah peraih suara terbanyak di pileg Kaltim kemarin.
Eks Bappilu Golkar kota balikpapan, Romanus mengutarakan kekecewaannya terhadap semakin kuatnya politik dinasti di dalam tubuh partai berlogo pohon beringin ini.
Romanus berkata bahwa kekuatan politik dinasti ini telah menutup peluang bagi kader-kader muda potensial untuk maju dan membawa perubahan bagi partai.
Menurut Roman (sapaan akrabnya) ketidakadilan ini terlihat saat Abdulloh, seorang kader senior yang telah mengabdi selama 20 tahun dan menjadi suara terbanyak pada saat pileg 2024 ini.
Meskipun demikian, Abdulloh diduga tidak akan dipilih menjadi Ketua DPRD Kaltim, yang menurut Romanus adalah dampak langsung dari dinamika politik dinasti tersebut.
“Abdulloh telah memberikan segalanya untuk partai selama lebih dari dua dekade. Namun, dia terancam tidak mendapat posisi yang pantas hanya karena dominasi dinasti politik yang ada,” ujar Romanus.
Romanus juga menyatakan bahwa kekuatan dinasti ini tidak hanya terlihat di dalam struktur partai, tetapi sudah mulai merambah ke pemerintahan, di mana mereka semakin menguasai struktur pemerintahan yang ada.
Ia melihat bahwa hal ini merupakan ancaman serius bagi demokrasi di Kaltim.
“Jargon ‘Generasi Emas’ yang sering diusung partai sepertinya hanya diperuntukkan bagi generasi dalam dinasti politik mereka sendiri. Ini bukanlah cerminan demokrasi yang sehat,” tutup Romanus.












































