Analisanusantara.com, Tanjung Selor –Aksi unjuk rasa yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjung Selor di depan Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara) berakhir ricuh. Tiga mahasiswa dilaporkan mengalami luka bakar serius dalam insiden yang terjadi di tengah demonstrasi tersebut.
Kronologi Singkat
Sekitar ratusan mahasiswa HMI turun ke jalan menyuarakan sejumlah tuntutan, termasuk desakan reformasi birokrasi di wilayah Kalimantan Utara. Kericuhan diduga pecah saat massa aksi terlibat gesekan dengan aparat keamanan. Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat tiga mahasiswa mengalami luka bakar parah.
Ketiga korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat. Hingga kini, kondisi mereka masih dalam pemulihan intensif.
Reaksi Publik dan Seruan Evaluasi
Rekaman insiden yang tersebar di Instagram memicu keprihatinan publik. Banyak warganet menyampaikan kritik terhadap aparat, menilai penanganan unjuk rasa tidak proporsional dan menuntut evaluasi menyeluruh atas prosedur pengamanan massa aksi.
Sejumlah komentar juga menyerukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas jatuhnya korban.
Belum Ada Pernyataan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, Polda Kalimantan Utara belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kronologi lengkap maupun jumlah total pengunjuk rasa yang terdampak dalam aksi tersebut.
Sementara itu, tuntutan yang disuarakan HMI tetap menggema. Namun kini, fokus publik juga tertuju pada kejelasan penanganan kasus dan pemulihan korban luka bakar yang tengah berjuang di rumah sakit.













































