Balikpapan – Abdulloh S Sos MM selaku anggota partai Golkar menegaskan, permasalahan menjadi ketua DPRD Kaltim,
Dirinya mengatakan bahwa perihal yang menjadi ketua DPRD Kaltim yakni Hasanuddin Mas’ud sudah clear dan telah memenuhi regulasi partai. Sehingga, tidak boleh di permasalahkan lagi.
“Jangan membuat isu dinasti politik, Dinamika dalam politik itu biasa. Tetapi, sebagai kader Partai Golkar saya tunduk dan patuh atas semua keputusan yang telah ditetapkan dan tidak pernah ada upaya gugatan dan lainnya kaitan penetapan Ketua DPRD Kaltim,” kata Abdulloh.
Abdulloh menyampaikan, politik dinasti yang disetujui sebagai politik keluarga itu tidak perlu dilarang. Karena, tidak ada standar hukum larangan dalam kaitan peraturan dan regulasi lainnya. Sebab, setiap warga negara itu diberi kebebasan memiliki dalam berpolitik. Dan itu sangat jelas tertuang dalam UUD 1945 Pasal 28 berkenanan dengan hak asasi manusia untuk dipilih dan memilih.
“Makanya dalam Pemilu itu ada peribahasa yang menyebut One Person, One Vote, One Value atau Satu Orang, Satu Pilihan dan Satu Nilai. Ini kaitan Hak Asasi Manusia (HAM). Tak ada kaitan keluarga atau tidak. Jadi sudah clear atau selesai. Jangan sampai di seret ke isu-isu dinasti,” jelas Abdulloh.
Sebelumnya dalam media online yang berbeda Romanus selaku sekretaris Bappilu Golkar menyatakan kekecewaan nya karena Abdulloh tidak menjadi ketua DPRD Kaltim karena adanya indikasi politik dinasti dalam tubuh partai Golkar.
Hal ini pun langsung di tepis oleh pria yang pernah menjabat sebagai ketua DPRD kota balikpapan ini, dengan menyatakan bahwa pernyataan yang disampaikan Romanus itu semua tidak benar. Bahkan, dinilai Romanus telah menodai dan mengacak-acak Partai Golkar dengan menyebut dinasti. Dan justru berbahaya, ini dikaitkan dengan momentum Pilkada 2024 khususnya kaitan pemilihan gubernur (pilgub).
“Jangan sampai hal ini kembali terjadi,Hari gini mau menggelindingkan isu dinasti. Itu jelas upaya untuk mendeligitimasi Partai Golkar. Karena, di seluruh Indonesia kalau keluarga maju dalam partai politik apalagi bertarung dalam pileg maupun pilkada toh sah-sah saja,” jelas Abdulloh.
Senada dengan hal itu, Abdulloh S.Sos pun juga sekaligus menepis isu tentang diri nya. Ia menegaskan bahwa perihal Hasanuddin Mas’ud menjadi ketua DPRD Kaltim itu sudah clear dan clean, tidak perlu di permasalahkan lagi terlebih membawa dirinya.
“Hal ini sudah selesai secara clean sesuai dengan legitimasi dari partai Golkar dan harapannya jangan sampai isu – isu seperti ini terangkat lagi, “tutupnya.












































