Analisanusantara.com, Balikpapan – Pelecehan seksual kembali terjadi di lingkungan pekerjaan. Kali ini salah satu perusahaan sub kontraktor di proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan sejak bulan Desember 2024.
Korban adalah seorang perempuan bernama mawar(bukan nama sebenarnya) berusia 25 tahun yang bekerja di Perusahaan sub kontraktor tersebut mengaku telah mendapatkan tindakan pelecehan yang di lakukan oleh seorang WNA Asal Korea selatan yang pada saat kejadian menjabat sebagai manager.
Tidak hanya itu, korban yang juga merupakan salah satu anggota dari organisasi kepemudaan ini mengatakan dirinya selain pelecehan juga mendapatkan penganiayaan yang di lakukan oleh WNA tersebut.
Namun hingga berita ini di turunkan kabarnya pelaku diduga melarikan diri. Sehingga membuat DPD KNPI kota Balikpapan sangat geram.
Ketua DPD KNPI kota Balikpapan Andrie Afrizal menegaskan akan melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut keadilan di 2 titik yaitu Kilang Pertamina Balikpapan dan juga Kedubes Korea Selatan yang ada di Jakarta.
“In sya Allah kami akan melakukan aksi demonstrasi di 2 titik, Balikpapan dan Jakarta. Saya pun juga telah menghubungi kawan-kawan mahasiswa di Jakarta untuk ikut membersamai perjuangan ini dan mereka siap,” tutup Andrie.
DPD KNPI Kota Balikpapan juga tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal kasus pelecehan yang di alami oleh korban. dalam hal ini demi mewujudkan keadilan yang tegak lurus dan pengusutan secara tuntas.
Kasus yang terjadi ini menjadi sorotan bagi masyarakat. Mengingat pentingnya keamanan dan keselamatan bagi para pekerja di dalam maupun di luar dari proyek RDMP. (*)












































