Analisanusantara. Com, Balikpapan – Mahasiswa Universitas Balikpapan (Uniba) yang tergabung dalam Aliansi Ormawa menyampaikan protes keras terhadap tindakan represif oknum polisi yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil. Aksi ini digelar saat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), yang menghadirkan materi dari Polda Kalimantan Timur.
Menurut mahasiswa, kampus seharusnya menjadi ruang untuk mengasah kesadaran kritis sekaligus membela kebenaran. Mereka menilai kematian warga sipil akibat kekerasan aparat merupakan pelanggaran berat terhadap nilai kemanusiaan, keadilan, dan demokrasi.
Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Ormawa Uniba menegaskan keberpihakan mahasiswa pada rakyat. Mereka menyerukan perlawanan dan solidaritas sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial.
“Suara rakyat tidak bisa dibungkam dengan kekerasan. Justru tekanan hanya akan memperkuat perlawanan,” tegas perwakilan Aliansi Ormawa.
Mahasiswa memandang kritik yang mereka sampaikan merupakan refleksi aspirasi masyarakat yang mendambakan kepolisian yang humanis dan profesional. Karena itu, mereka mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, mahasiswa, dan organisasi untuk bersatu dalam menyuarakan keadilan.
Aliansi Ormawa Uniba juga mendesak Polri segera melakukan perbaikan struktural dan menjamin agar tindakan represif tidak kembali terjadi di masa depan. Langkah ini dinilai penting demi terwujudnya peran dan fungsi kepolisian yang benar-benar mengayomi masyarakat.












































