Balikpapan – Komisi pemilihan umum kota balikpapan baru saja telah menggelar debat pertama untuk pasangan calon walikota dan wakil walikota Balikpapan.
Debat ini pun di gelar di hotel Novotel Balikpapan pada Rabu (28/10/2024). Dan di ketahui bahwa debat ini sendiri di siarkan secara langsung oleh media tv nasional yakni kompas tv.
Di ikuti ketiga Paslon yaitu, Rahmad dan Bagus, kemudian pasangan Rendi dan Eddy serta kandidat ke 3 yakni Sabani Syukri.
Untuk debat pertama ini KPU kota Balikpapan menyiapkan lima panelis dari kalangan akademisi hingga praktisi.
Dr. Marjoni Rachman, Rektor Universitas 17 Agustus Kota Samarinda, Prof. Dr. Hj. Darmawati, Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Syariah UINSI Kota Samarinda, Dr. Saiful, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Mulawarman, Warkhatun Najidah, SH, MH, Akademisi Hukum Universitas Mulawarman, Muhammad Khaidir, Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi Kaltim yang turut hadir dalam debat ini.
Ketua umum KPU kota balikpapan mengatakan debat publik ini adalah ajang untuk para Paslon untuk berkampanye sekaligus menyampaikan grand design program yang akan di laksanakan serta meyakinkan kepada masyarakat.
“Debat ini merupakan ajang untuk beradu gagasan, agar masyarakat lebih mengetahui visi dan misi serta program kerja masing-masing paslon,” kata Yudho.
Ia pun mengungkapkan kendati ajang debat ini sudah cukup baik, namun dirinya beserta para anggota KPU lainnya akan terus mengevaluasi untuk pelaksanaan debat selanjutnya yang akan di laksanakan pada tanggal 7 dan 18 November 2024.
“Akan ada evaluasi beberapa hal, secara umum mainstream, teknis, dan konsep. Memang tadi masing-masing paslon ingin menonjolkan program kerjanya. Sehingga, perdebatan itu kurang begitu runcing,” ujarnya.
“Tetapi, over all, itu sudah di atas rata-rata. Sudah cukup bagus menurut kami. Dan di closing statement masing-masing paslon cukup memberikan pernyataan-pernyataan yang endingnya adalah meraih simpati masyarakat untuk memilih masing-masing paslon,” imbuh Yudho.
Nantinya, di debat kedua akan di laksanakan lebih condong ke walikota Balikpapan dan beberapa panelis yang berbeda.
“Debat kedua konsentrasinya lebih kepada wakil, tema debat kedua akan dirumuskan oleh tim perumus. Kemudian mengusulkan nama-nama panelis yang tentunya berbeda dengan panelis pada debat pertama,” jelasnya. (Ham/red)












































